Program Literasi Digital ASEAN : Cerdas Menggunakan Media Sosial

Penggunaan internet saat ini tidak terlepas dari setiap aspek kehidupan manusia, termasuk remaja. Berdasarkan data APJII tahun 2022, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar pengguna internet dengan jumlah 204,7 juta pengguna, dan diantaranya yaitu 191 juta merupakan pengguna sosial. Penggunaan internet dan media sosial memiliki dampak positif maupun negatif, salah satunya adalah keterbukaan dan aksesibilitas informasi dimana dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat namun juga dapat berpeluang terjadinya misinformasi dan disinformasi. Oleh sebab itu, remaja perlu memahami cara agar dapat memanfaatkan internet dan media sosial dengan baik.

Departemen Psikologi Universitas Brawijaya bersama dengan Kelir Development Center yang bekerjasama dengan ASEAN Foundation dan Google.org mengadakan Program Literasi Digital dengan tema “Cerdas menggunakan media sosial ala remaja dan mahasiswa” yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 19 November 2022 Pukul 09.00 - 11.30 WIB melalui zoom meeting. Acara ini dihadiri oleh hampir 250 mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya, sebagai kuliah tamu dalam mata kuliah Literasi Teknologi dan informasi.

Acara dibuka oleh Ketua Departemen Psikologi, yaitu Bapak Ali Mashuri., M.Sc., Ph.D. Beliau menjelaskan bahwa mahasiswa kini perlu berhati-hati di dalam menggunakan teknologi informasi dan perlu mengetahui cara agar dari dampak negatif penggunaan teknologi tersebut. 

Selanjutnya, sebelum materi disampaikan para peserta diminta untuk mengisi pretest terkait literasi digital. Kemudian dilanjutkan paparan materi oleh Bapak Fajar Riadi Dwi Sasongko, S.Psi. Beliau merupakan praktisi human Resources dan saat ini menjabat sebagai Program Director Kelir Ati Development Corner. Beliau menjelaskan manfaat dan bahaya dari internet maupun media sosial, serta motivasi individu menyebarkan informasi yang salah. Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa adanya bias pada individu dapat memengaruhi penerimaan suatu informasi, terlepas informasi tersebut benar atau salah. Di akhir paparan beliau menjelaskan cara agar mahasiswa terhindar dari informasi yang salah di Internet maupun media sosial.

Secara umum, kuliah tamu ini berlangsung secara interaktif antara peserta dengan Pak Fajar maupun Ibu Dr.Ayu Okvitawanli., M.Sc., BCogSc, selaku perwakilan dosen pengampu Mata Kuliah Literasi Teknologi dan Informasi yang berperan sebagai moderator. Para peserta bertanya terkait perilaku berisiko terkait aktivitas di internet, seperti kasus pinjaman online. Setelah sesi pertanyaan berakhir, peserta diminta untuk mengisi posttest. Diharapkan dengan kegiatan program literasi digital ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Psikologi untuk mencari informasi dengan tepat.

Scroll to Top