3 in 1 Visiting Profesor Deborah Turnbull

Kuliah Tamu Visiting Professor Deborah Turnbull

Community– based interventions & health care for persons with disabilities in Australia

Sebagai implementasi program Hibah Visiting Profesor dan Praktisi “3 in 1”, Jurusan Psikologi UB melalui mata kuliah Psikologi Disabilitas mengundang Prof Deborah Turnbull dari The University of Adelaide sebagai dosen tamu untuk membagikan pengetahuan seputar isu-isu disabilitas, khususnya di Australia. Prof Turnbull memberikan perkuliahan dalam dua kesempatan yang berbeda. Pada sesi pertama, yaitu Kamis, 12 Mei 2022, 09.00 WIB, beliau menyampaikan perkuliahan dengan tema “Community-Based Intervention for Persons with Disabilities” yang dipandu oleh M. Afif Alhad, M.Si sebagai moderator. Adapun sesi kedua diadakan pada hari Kamis, 19 Mei 2022, 09.00 WIB dengan tema “Healthcare and Service for Persons With Disabilities in Australia” yang dipandu oleh Ziadatul Hikmiah, M.Sc. sebagai moderator. Kedua moderator adalah dosen jurusan psikologi FISIP Universitas Brawijaya.

Kegiatan dilaksanakan melalui zoom meeting, dan diawali dengan sambutan oleh Ali Mashuri, Ph.D., selaku Ketua Program Studi Psikologi FISIP Universitas Brawijaya. Beliau menekankan pentingnya substansi kuliah tamu yang akan disampaikan oleh Prof Turnbull untuk memperluas wawasan terkait isu-isu disabilitas. Selanjutnya dilakukan foto bersama untuk dokumentasi. Acara ini didukung juga dengan fasilitas JBI (Juru Bahasa Isyarat) dari PLD Universitas Brawijaya untuk memastikan aksesibilitas penyampaian informasi kepada seluruh peserta. 

Secara umum acara berlangsung dengan sangat interaktif. Dalam kedua sesi, jumlah peserta selalu lebih dari 200 peserta, yang terdiri dari mahasiswa semester 6 Psikologi UB, aktivis disabilitas baik dari Indonesia maupun Australia, penyandang disabilitas, serta masyarakat umum. Meskipun materi seluruhnya disampaikan dalam bahasa Inggris, Prof Turnbull mempersilahkan penanya dalam bahasa Indonesia untuk mempermudah berjalannya sesi diskusi, baik secara lisan maupun melalui kolom komentar zoom. 

Pada sesi pertama, Prof Turnbull memaparkan strategi intervensi terhadap penyandang disabilitas dengan pendekatan komunitas. Lebih lanjut, beliau memaparkan hasil penelitian yang dilakukan di Nusa Tenggara Timur, dimana pendekatan komunitas diterapkan untuk membantu intervensi terhadap anak-anak penyandang disabilitas. Dipaparkan pula pentingnya keterlibatan berbagai stakeholder yang berbeda, seperti pemerintah lokal, tokoh masyarakat, pemimpin masyarakat lokal, dan lain sebagainya. Peserta juga diajak untuk berdiskusi di kelompok kecil melalui breakout rooms mengenai bentuk-bentuk dukungan sosial bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Peserta dengan antusias menunjukkan keaktifannya di kelompok masing-masing, lalu membagikan kesimpulan diskusinya di kolom komentar zoom. Sesi diskusi ini penting karena memberikan kesempatan bagi peserta untuk membandingkan layanan sosial bagi penyandang disabilitas di Australia dan di Indonesia. 

Pada sesi kedua Prof Turnbull memaparkan tentang layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas di Australia. Seperti sesi sebelumnya, Prof Turnbull juga mengajak peserta untuk berdiskusi dalam grup-grup kecil di breakout rooms. Peserta cukup antusias dalam sesi diskusi yang dilangsungkan. Menariknya, Prof Turnbull menyajikan data-data aktual terkait penyandang disabilitas di Australia yang ternyata sebagian besar prosentasenya merupakan masyarakat lansia yang karena penurunan kondisi fisik dan mentalnya menjadi terbatas aktivitasnya. Hal ini mendorong pemerintah Australia untuk mencanangkan berbagai kebijakan terkait layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas.   

Sesi diskusi menjadi menarik karena banyaknya pertanyaan dari peserta yang sangat antusias, tidak hanya membahas dari segi layanan kesehatan, namun juga membahas komunitas lansia sendiri, membahas isu disabilitas yang diangkat di film Hollywood, serta aksesibilitas di ranah pendidikan khusus. Berbagai peserta dari latar belakang yang beragam, seperti aktivis disabilitas, mahasiswa UB maupun non-UB, pengajar sekolah luar biasa, dan masyarakat umum memberikan pertanyaan dan pendapatnya di kolom komentar, menambah semarak dan serunya sesi diskusi dan menjadikan sesi kali ini begitu berbobot dan bermanfaat bagi peserta. 

Scroll to Top