Life After Campus 2021

Acara Life After Campus yang merupakan agenda rutin Tim Tracer dan Alumni kali ini menghadirkan tiga alumni dari latar belakang yang berbeda-beda, yaitu Marhawi yang berkarier sebagai HR di PTPN, Dewanda Ramadhana Putra yang berwirausaha, dan Fadhilah Khairunnisa yang menempuh studi lanjut. Acara ini dibuka oleh Ketua Jurusan Psikologi, Faizah, M.Psi., Psikolog, dan dipandu oleh MC Sukma Nurmala, M.Si., dan dimoderatori oleh moderator Dr Lusy Asa Akhrani.

Sesi pertama dibuka dengan memperkenalkan Marhawi yang merupakan alumni psikologi angkatan 2013 yang telah dua tahun ini berkarier sebagai Human Capital Staff di PT Perkebunan Nusantara (PTPN XIV). Marhawi lulus dari psikologi dengan IPK 3,78. Namun, ia menyatakan bahwa IPK dan lama studi hanya akan mengantarkan fresh graduate ke meja pendaftaran lamaran pekerjaan. Namun yang menentukan diterima atau tidaknya adalah skill atau kompetensi yang dimiliki. Sangat penting untuk menguasai skill yang dibutuhkan di dunia kerja. Manfaatkan waktu selama berkuliah untuk mencari pengalaman dan menguasai skill yang bermanfaat. Skill yang dibutuhkan dari lulusan psikologi adalah kemampuan rekrutmen, kemampuan tes, kemampuan bargaining, selain itu skill terkait manajemen organisasi juga tidak kalah penting.

Selanjutnya Dewanda Ramadhana Putra atau yang akrab disapa Dewanda merupakan alumni psikologi angkatan 2015, mendirikan café Gratenhutte yang sedang viral di daerah Trawas. Berawal dari ide yang didapat di masa pandemi, melihat peluang di daerah trawas untuk membuka café dengan konsep yang unik. Buka sejak tahun lalu, mendapat animo yang sangat positif dari masyarakat. Sekarang tidak lagi pusing mencari pekerjaan, namun bisa membuka lapangan pekerjaan untuk 60 orang. Dalam mempekerjakan 60 karyawan dibutuhkan pendekatan kekeluargaan dan juga skill kepemimpinan yang bisa mengayomi 60 orang dengan latar belakang yang beragam. Skill yang didapat dari kampus sangat banyak yangdapat diterapkan di dunia pekerjaan. Salah satunya adalah kemampuan menyelesaikan masalah, mengambil keputusan yang tepat, dan bagaimana melihat peluang.

Alumni ketiga adalah Fadhilah Khoirunnisa yang merupakan alumni psikologi angkatan 2016. Setelah kuliah sempat berkarier sebagai Counseling Officer di Ruangguru, Asisten Psikolog di Mind Institute, dan sempat menjadi Asisten Praktikum Statistika Psikologi & Intervensi Psikologis Universitas Brawijaya sebelum lulus. Banyak mata kuliah di Psikologi Brawijaya yang sangat penting, seperti psikologi perkembangan, psikologi sosial, psikologi klinis. Kita juga mempelajari kode etik psikologi,sejauh mana lulusan S1 boleh menangani anak/klien. Tidak boleh sampai menyasar ke ranah klinis. Hanya boleh sebatas rekonstruksi edukasinya. Saat ini Fadhilah sedang menempuh S2 Magister Profesi Psikologi Klinis Anak di Universitas Padjajaran. Hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum lanjut studi adalah refleksi diri, persiapan psikis, target dan tujuan ke depan. Menentukan tujuan sangatlah penting, harus jelas apa yang akan dilakukan setelah studi. Karena hal tersebut sangat memengaruhi motivasi selama proses studi dan juga setelahnya. Refleksi diri sangatlah penting untuk menentukan arah ke depan, paham akan minat, paham akan diri sendiri. Harus dipersiapkan sejak S1, bidang peminatan apa yang paling disukai, perlu ditonjolkan dan dikuasai dengan baik. Secara pribadi, pilihan jurusan klinis anak dipengaruhi oleh bidang yang digeluti di saat S1.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dengan tips dan kiat sukses menentukan pilihan masa depan. Tidak lupa para pemateri memberikan motivasi kepada para peserta.

Link Youtube : https://youtu.be/Q8ulRGr428o

Scroll to Top