Kuliah Tamu Pendidikan Siswa Berkebutuhan Khusus

Kuliah tamu mata kuliah Pendidikan Siswa Berkebutuhan Khusus dengan tema “Praktik Pendidikan Siswa Berkebutuhan Khusus di Indonesia: Praktisi Berbagi” yang diselenggarakan pada hari Selasa, 12 Oktober 2021 pukul 18.00-21.10 WIB melalui zoom meeting berjalan dengan lancar dan tepat waktu.  Narasumber pada kuliah tamu ini adalah Sri Rahayu Widyastuti, S.Psi. atau yang akrab dipanggil Bu Widy yang merupakan praktisi pendidikan inklusif. Beliau adalah kepala sekolah CSIE Sekolah Tumbuh Yogyakarta. Narasumber berikutnya adalah Dini Azizah Mumpuni, S.Pd., yang merupakan alumni Psikologi Universitas Brawijaya yang kini berprofesi sebagai special education teacher di sekolah inklusif SIT Darul Abidin, Depok. Kuliah tamu ini dipandu oleh dosen Pendidikan Siswa Berkebutuhan Khusus, Rafidah Riahta Sebayang, M.Psi, Psikolog selaku moderator, dan sebelumnya dibuka dengan kata sambutan dari Ketua Jurusan Psikologi, yaitu Ibu Faizah, S.Psi., M.Psi.

Materi yang dibawakan oleh SR Widyastuti diawali dengan pemutaran film animasi singkat yang berisi pesan bahwa berbeda merupakan hal yang positif. Selanjutnya beliau menjelaskan konsep inklusi dan perbedaannya dengan segregasi dan integrasi. Beliau menceritakan sejarah berdiri dan berkembangnya SD Tumbuh di Yogyakarta. Telah mengalami berbagai pengembangan sejak pertama kali didirikan pada tahun 2005. Pada prinsipnya SD tumbuh berpedoman bahwa “Anak tumbuh dan berkembang sebagai pembelajar yang berkarakter, menghargai keberagaman, mencintai tanah air dan kearifan lokal, serta menunjukkan kesadaran sebagai warga dunia”. Berikutnya SR Widyastuti memaparkan materi mengenai prinsip dasar membangun sekolah inklusi yang berpedoman pada 3 prinsip dasar yang perlu dibentuk, yaitu budaya, kebijakan, dan praktik pembelajaran yang inklusif. Secara detail beliau memaparkan proses asesmen, kurikulum, dan strategi pembelajaran inklusif di sekolahnya. Di akhir sesi beliau menunjukkan beberapa video tentang kegiatan pembelajaran inklusif di SD Tumbuh, serta akomodasi dan aksesibilitas yang ada di sekolah tersebut.

Selanjutnya sesi kuliah tamu dilanjutkan oleh pembicara kedua yaitu Dini Azizah Mumpuni, S.Psi. Dini menceritakan pengalamannya sebagai guru pendamping khusus di SIT Darul Abidin Depok, apa saja hambatan-hambatan yang dihadapi dalam mengajar siswa berkebutuhan khusus di sekolahnya. Selanjutnya Dini menjelaskan perbedaan antara special education teacher dengan shadow teacher. Dini juga membagikan beberapa video terkait pendekatan pembelajaran inklusif dengan pendekatan project-based learning.

Dalam sesi kuliah tamu ini, partisipan sangat antusias dalam berdiskusi. Banyak partisipan yang bertanya mengenai berbagai macam permasalahan yang dihadapi guru maupun siswa di sekolah inklusi, dan apa solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Peserta juga menanyakan apa kualifikasi menjadi special education teacher dan bagaimana kesempatan berkarir di sekolah inklusi. Diskusi ditutup dengan foto bersama dan pengisian presensi dan evaluasi.

Scroll to Top