Kuliah Tamu Psikologi Bermain

KULIAH TAMU PSIKOLOGI BERMAIN

PLAY THERAPY SEBAGAI PENDEKATAN TERAPI PSIKOLOGI”

Kuliah tamu mata kuliah Psikologi Bermain dengan tema “Play Therapy Sebagai Pendekatan Terapi Psikologi” yang diselenggarakan pada hari Jumat, 1 Oktober 2021 pukul 09.40-12.00 WIB melalui zoom meeting berjalan dengan lancar dan tepat waktu.  Narasumber pada kuliah tamu ini adalah Amanda Margia Wiranata, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang merupakan pakar Play Therapy di Indonesia. Kuliah tamu ini dipandu oleh dosen Psikologi Bermain, Ari Pratiwi, M.Psi, Psikolog selaku moderator, dan sebelumnya dibuka dengan kata sambutan dari Ketua Jurusan Psikologi, yaitu Ibu Faizah, S.Psi., M.Psi.

Materi yang dibawakan oleh Amanda Margia Wiranata diawali dengan pemaparan kepada mahasiswa mengenai prinsip-prinsip dasar play therapy, keterkaitan play therapy dengan prinsip-prinsip psikologi perkembangan, juga menjelaskan peluang dan tantangan play therapy dari sudut pandang neurosains. Selain itu, Amanda juga memaparkan prinsip-prinsip dasar atau Axline penerapan play therapy, antara lain (1) relasi hangat yang bersahabat, (2) menerima anak apa adanya (3) membangun perasaan diijinkan, (4) merefleksikan perasaan anak agar mendapat insight, (5) tanggung jawab untuk memilih ada pada anak (6) anak memimpin-terapis mengikuti (7) terapi tidak diburu-buru (8) sedikit aturan, berakar pada realitas, dan anak sadar akan tanggung jawab. Selanjutnya Amanda memperlihatkan jenis-jenis mainan yang ada di ruang terapinya yang tertata rapi berdasarkan kategori. Beberapa mainan memiliki tema sendiri, seperti hewan, tema alam atau nature, tema super hero, monster, dan lain sebagainya. Ada juga beragam pilihan aktivitas kesenian seperti crafting, painting, drawing, dan juga bermain pasir.

Selanjutnya Amanda menjelaskan kedudukan play therapy dalam ruang lingkup psikologi dan psikologi abnormal agar peserta lebih memahami dengan jelas tujuan dan sasaran terapi bermain ini. Amanda juga menunjukkan beberapa video praktik play therapy yang dilakukan beliau dan timnya. Lebih lanjut diterangkan pula bahwa dalam menerapkan play therapy juga perlu data dukung yang berasal dari hasil asesmen terhadap klien. Klien dapat diases menggunakan Goodman’s Strength & Difficulties Questionnaire yang mengukur kesulitan yang dihadapi anak (gejala emosi, masalah perilaku, hiperaktivitas/inatensi, dan masalah relasi teman sebaya) serta perilaku prososial. Di akhir sesi, Amanda mengajak para peserta untuk bermain dengan mengajak peserta membuat suatu karya sederhana dari kertas yang dibentuk kantong kemudian diberi wajah dan dihias.

Dalam sesi kuliah tamu ini, partisipan sangat antusias dalam berdiskusi. Banyak partisipan yang bertanya mengenai berbagai macam permasalahan yang dapat diatasi dengan pendekatan play therapy. Diskusi ditutup dengan foto bersama dan pengisian presensi dan evaluasi.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Scroll to Top