Bincang Bencana Seri II: Pendekatan Kognitif pada Ilmu Titen Masyarakat Jawa saat Menghadapi Pandemi Covid 19

Bincang Bencana Seri II: Pendekatan Kognitif pada Ilmu Titen Masyarakat Jawa

saat Menghadapi Pandemi Covid 19

Pada tanggal 24 Juli 2021 yang lalu, Kelompok Jabatan Fungsional Kebencanaan dan Lingkungan sebagai kelompok kajian di Jurusan Psikologi mengadakan bincang bencana seri 2 yang mengambil tema kajian pendekatan kognitif ilmu titen masyarakat Jawa” di masa pandemi covid-19. Tema ini menghadirkan pembicara dari Universitas Malaysia Kelantan, yakni Prof. Madya. Dr. Yohan Kurniawan.

Pada ulasannya, narasumber yang aktif menulis di jurnal internasional ini menyampaikan, bahwa titen merupakan ilmu tradisional Jawa yang berupa kepekaan terhadap tanda-tanda atau ciri-ciri akan adanya sesuatu. Ilmu titen ini bukanlah ilmu yang bersifat saintifik melainkan berupa kumpulan pengamatan yang berulang-ulang. Dengan kearifan lokal yang ada, karaktersitik masyarakat Jawa dalam menghadapi pagebluk (pandemi) tentulah ditunjukkan dengan sikap-sikap tertentu yang menampilkan kekhasannya, seperti eling, nrimo, sabar, pasrah, dan rila. Sikap ini memperlihatkan cara masyarakat Jawa hidup harmoni di tengah pandemi.

Sementara itu, narasumber yang aktif melakukan penelitian eksperimen ini menjelaskan, pada pendekatan kognitif persepktif psikologi, titen merupakan serangkaian proses hasil dari input sensori dalam atensi, sehingga muncul bentuk memori jangka panjang. Pengulangan (repeat) yang berhasil dikontrol oleh perhatian, pikiran sadar yang berhubungan dengan indera ditangkap oleh radar sensori (resticular activating system) berupa sinyal yang “menarik” bagi seseorang. Oleh sebab itulah, hal ini akan membantu seseorang memberi perhatian kepada beberapa hal, yakni berkaitan dengan keamanan diri, memiliki nilai yang baru, serta memiliki muatan emosi yang tinggi.

Scroll to Top