GHOSTING, BREADCRUMBING HINGGA ZOMBIEING

GHOSTING, BREADCRUMBING HINGGA ZOMBIEING:

EDUKASI STRATEGI REGULASI EMOSI MENGHADAPI KETIDAKPASTIAN RELASI

Mengapa ghosting terjadi? Apa dampaknya pada target? dan bagaimana strategi regulasi emosi yang tepat menghadapi situasi tersebut?

Zaman bergerak, interaksi sosial berubah bentuk. Bermula dari tatap muka, menjadi via gadget. Perubahan selalu membawa konsekuensi. Perubahan ini juga berpotensi untuk membentuk dinamika baru dalam relasi interpersonal di era digital. Montemayor (2021) mencatat jargon kontemporer yang muncul dalam berbagai fase relasi, mulai dari pemberi harapan palsu (PHP, breadcrumbing), menggantung status (benching), sampai tiba-tiba menghilang dari suatu relasi tanpa penjelasan (ghosting). Hal ini tampaknya bermuara pada satu soalan: ketidakpastian relasi. Berdasarkan hasil polling bersama dengan mitra yaitu manusiabiasa, banyak remaja yang mengalami ketidakpastian relasi sehingga perlu pemberian edukasi untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut.

Edukasi strategi regulasi emosi menghadapi ketidakpastian relasi inilah yang menjadi fokus pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pelaksana, Cleoputri Yusainy, Ph.D, Psikolog dan Dita Rachmayani, M.A. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2021 melalui zoom meeting ini dikemas dalam bentuk talkshow dan dihadiri oleh 190 peserta. Melalui kegiatan ini, peserta mampu mengembangkan strategi regulasi emosi yang tepat di dalam menghadapi ketidakpastian relasi di kemudian hari.

Rangkaian talkshow dapat dilihat pada tautan berikut ini:

Part 1: https://youtu.be/osPRfl3ETmE

Part 2: https://youtu.be/UjGqMWhG520

Part 3: https://youtu.be/F56b4wgp_YM

Scroll to Top