Seminar Online Learning Disability Awareness

Seminar Online KJF DISABILITAS
LEARNING DISABILITY AWARENESS

Learning disability (LD) atau dikenal juga dengan kesulitan belajar khusus merupakan suatu bentuk hambatan/penyimpangan pada satu atau lebih proses-proses psikologis dasar yang mencakup pengertian atau penggunaan bahasa baik lisan maupun tulisan, dimana hambatannya dapat berupa ketidakmampuan mendengar, berpikir, berbicara, membaca, menulis, mengeja atau berhitung. Beberapa bentuk umum dari LD antara lain disleksia, diskalkulia dan disgraphia.
Kondisi LD umumnya baru teridentifikasi ketika anak mulai menempuh jenjang pendidikan disekolah.

Situasi seperti ini kemudian seringkali memunculkan stima bagi siswa LD sebagai siswa yang malas dan bodoh, padahal kondisi tersebut tidak berkaitan dengan kemampuan inteligensi atausifat siswa yang bersangkutan. Stigma-stigma terhadap siswa LD tersebut menunjukkan bahwa masih banyak orang di sekitar siswa LD yang belum memahami sepenuhnya karakteristik siswa LD, dan bagaimana cara menghadapi kondisi mereka.

Menjawab kebutuhan tersebut, dilaksanakanlah kegiatan Seminar Online mengenai Learning Disability Awareness pada Sabtu, 5 Juni 2021 pukul 09.00 s/d 11.30 WIB, yang diselenggarakan oleh KJF Disabilitas Jurusan Psikologi berkolaborasi dengan PSLD (Pusat Studi dan Layanan Disabilitas), didukung oleh PKPT FISIP UB (Pusat Studi Psikologi Terapan). Acara ini juga dibantu oleh JBI (Juru Bahasa Isyarat) guna mendukung budaya inklusif, memfasilitasi peserta yangmerupakan teman tuli.

Kegiatan Webinar Series: Learning Disability Awareness diawali dengan sambutan dari Ketua Jurusan Psikologi, yaitu Faizah S.Psi, M.Psi., Psikolog. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang diadakan KJF Disabilitas dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan ini dipandu oleh Ratri Nurwanti S.Psi, M.Psi, psikolog selaku moderator.

Pemateri pertama, yaitu sharing dari ibu Dr. Sri Susanti Tjahja Dini, M.Pd atau akrab dipanggil ibu Santi. Beliau selaku praktisi yang berkecimpung dalam dunia disabilitas, utamanya sebagai ketua Dyslexia Parents Support Group di Jawa Timur dan juga orangtua dari anak disabilitas. Paparan yang disampaikan berfokus pada gambaran umum siswa dengan kesulitan belajar, termasuk yang mengalami gangguan penyerta, missal tuli, dengan ADHD maupun kendala
lainnya. Sesi sharing ini juga banyak menyampaikan pengalaman sebagai orangtua dengan disabilitas, dan bagaimana beliau sebagai orang tua membangun support system yang positif dan hangat bagi anak, baik di lingkup internal keluarga, maupun eksternal. Beliau juga memberikan sharing kepada para guru di sekolah mengenai upaya membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak disabilitas, utamanya dengan learning disability.

Pemateri kedua yaitu Ika Fitria S.Psi, M.Psi selaku psikolog dan juga staff pengajar di Psikologi UB lebih menekankan pada konsep teoritis dari Learning Disability, mencakup definisi, ciri-ciri, deteksi dini dan juga panduan bagi lingkungan terdekat anak learning disability dalam membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam perilaku sehari-sehari.

Setelah kedua pemateri menyampaikan paparan, peserta dipersilahkan untuk memberikan pertanyaan di kolom komentar (chat), dan kemudian pemateri yang dituju memberikan jawabannya. Secara umum, pertanyaan peserta terkait dengan stigma dari guru di sekolah, bagaimana cara membangun support system bagi anak dirumah maupun di sekolah, apa bentuk akomodasi bagi siswa LD, cara mengungkap dan mendukung bakat anak LD, apa saja cara deteksi kesulitan belajar?

Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang doorprize sejumlah 3 orang berdasarkan keaktifan mereka dalam memberikan pendapat/pertanyaan dan juga pengisian form evaluasi. Acara berlangsung tepat waktu dan lancar. Dihadiri oleh sekitar 70 peserta dari berbagai latar belakang, yaitu orangtua, guru/praktisi pendidikan, maupun mahasiswa. Antusiasme peserta Nampak dari awal hingga akhir Nampak dari banyak sekali pertanyaan dan apresiasi yang disampaikan melalui zoom chat. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan juga disampaikan oleh peserta bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat, penyampaian materi oleh kedua narasumber disampaikan dengan sangat baik, jelas dan mudah dipahami. Sarana dan prasarana dirasa mudah diakses dan tersedia dengan sangat baik.

Semoga acara ini memberikan manfaat luas bagi munculnya kesadaran dan penerimaan terhadap anak dengan kesulitan belajar, baik umum maupun khusus. Lingkungan sekitar anak dapat menjadi lingkungan yang mendukung bagi tumbuh kembang optimal.

Scroll to Top