Seminar Online Kjf Disabilitas

[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_video link=”https://www.youtube.com/watch?v=-f_kaghvcMw”][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_gallery interval=”3″ images=”9139,9138,9140,9129,9137,9130″ img_size=”full”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Seminar Online  Kjf Disabilitas

Layanan Psikologi Dan Konseling Bagi Penyandang Disabilitas

Individu dapat dikatakan sehat apabila memiliki kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. Masyarakat sudah semakin sadar akan pentingnya kesehatan mental, akan tetapi bagi penyandang disabilitas masih banyak hambatan dan tantangan untuk mendapat akses pada layanan psikologi dan konseling yang menunjang kesehatan mental. Menanggapi permasalahan ini, pada hari Sabtu, 29 Mei 2021 pukul 10.00 s/d 13.00 WIB, KJF Disabilitas Jurusan Psikologi UB berkolaborasi dengan PSLD (Pusat Studi dan Layanan Disabilitas) mengadakan seminar online yang bertajuk “Layanan Psikologi dan Konseling bagi Penyandang Disabilitas” yang diselenggarakan via Zoom Meeting, gratis untuk umum. Acara ini dilengkapi dengan Juru Bahasa Isyarat guna mendukung budaya inklusif yang optimal.

Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 tepat diawali dengan sambutan dari Ibu Zubaidah Ningsih, Ph.D selaku Ketua PSLD UB, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Faizah, M.Psi, Psikolog selaku Ketua Jurusan Psikologi UB yang sekaligus membuka acara. Selanjutnya, moderator yaitu Ibu Ari Pratiwi S.Psi, M.Psi, Psikolog memperkenalkan ketiga narasumber yang telah hadir serta membacakan secara singkat latar belakang para narasumber.

Narasumber pertama adalah Ibu Ulifa Rahma, M.Psi, Psikolog yang merupakan dosen Psikologi UB sekaligus konselor dan peneliti di bidang disabilitas dan konseling. Ibu Ulifa memaparkan secara detail mengenai strategi  konseling penyandang disabilitas, hambatan dan tantangan proses konseling pada penyandang disabilitas, serta hal-hal yang perlu dipersiapkan ketika akan melakukan konseling terhadap penyandang disabilitas. Ibu Ulifa juga memaparkan hasil-hasil penelitian mengenai konseling pada penyandang disabilitas dengan komprehensif dan mendalam, khususnya mengenai permasalahan-permasalahan yang umumnya dikeluhkan oleh penyandang disabilitas. Menurut hasil penelitian beliau, penyandang disabilitas memiliki permasalahan umum yaitu yang berkaitan dengan faktor internal seperti perasaan rendah diri atau inferioritas, dan faktor eksternal seperti hubungan pertemanan dan permasalahan bullying.

Narasumber selanjutnya adalah Ibu Rafidah Riahta, M.Psi alumni Psikologi UB yang merupakan praktisi psikologi di Sahabatku, dan Resilient Consulting. Ibu Rafidah merupakan pegiat organisasi penyandang disabilitas, dan mahir berbahasa isyarat. Beliau menceritakan pengalamannya ketika memberikan layanan psikologi dan konseling pada penyandang disabilitas. Lebih lanjut, beliau juga memaparkan hambatan dan tantangan yang sering kali terjadi ketika penyandang disabilitas hendak mengakses layanan psikologi dan konseling. Ibu Rafidah juga memaparkan beberapa solusi yang penting untuk diterapkan.

Pembicara yang terakhir adalah Surya Sahetapy, yang merupakan young deaf influencer. Surya merupakan public figure tuli yang memiliki jangkauan yang luas terutama pada generasi muda, baik di dunia nyata maupun melalui platform sosial medianya. Saat ini Surya aktif berkegiatan sebagai staf humas KONI serta asisten peneliti di National Technical Institute of the Deaf, Rochester Institute of Technology, New York, AS. Secara spesifik Surya memaparkan tantangan dan hambatan penyandang disabilitas terutama tuli dalam mengakses layanan psikologi dan konseling. Hambatan yang paling utama bagi tuli adalah language deprivation atau perampasan bahasa, dimana komunikasi menjadi hambatan paling utama. Surya menjelaskan konsep ini dengan video-video yang menggambarkan permasalahan ini, dimana tuli hidup dengan modalitas visual sedangkan lingkungannya bersifat audio-visual. Selanjutnya Surya juga memaparkan solusi dan tips untuk mengatasi permasalahan ini.

Sesi selanjutnya yaitu sesi tanya jawab yang dipandu oleh Ibu Ari Pratiwi, S.Psi., M.Psi., Psikolog berlangsung dengan sangat seru dan menarik karena muncul banyak pertanyaan dari peserta yang sangat antusias dalam bertanya maupun berkomentar. Berbagai macam pertanyaan muncul, tentang dukungan bagi anak difabel di masa pandemi, bagaimana mengatasi bullying dan penolakan sosial, meningkatkan rasa percaya diri anak difabel, hingga bagaimana dukungan keluarga bagi anak difabel. Di akhir acara, Moderator membagikan doorprize berupa 3 buah buku kepada 3 peserta yang beruntung.

Secara umum acara berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh sekitar 150 peserta yang jumlahnya terus bertambah sepanjang berjalannya acara. Peserta datang dari beragam latar belakang, mulai dari orang tua anak penyandang disabilitas, guru, anak muda, aktivis OPD, dan para penyandang disabilitas sendiri. Peserta sangat antusias mengikuti sesi demi sesi kegiatan, yang dapat dilihat dari keaktifan peserta di kolom chat yaitu dengan memberikan pertanyaan maupun menuliskan tanggapan mereka terhadap materi narasumber. Panitia berharap acara ini dapat memberikan sedikit wawasan mengenai layanan psikologi dan konseling bagi penyandang disabilitas, sekaligus meningkatkan awareness masyarakat mengenai kesehatan mental penyandang disabilitas.

MATERI 1 Ulifa Rahma, S. Psi, M. Psi, Psikolog

MATERI 2 Rafidah Riahta., M.Psi., Psikolog

LINK YOUTUBE Seminar Online Kjf Disabilitas

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Scroll to Top