Kuliah Tamu Biopsikologi Riset & Kode Etik Neurosains

[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_video link=”https://youtu.be/eEPlLtsfSYM” title=”Materi oleh Yayu Hizza Anisa, S.Psi”][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_video link=”https://youtu.be/G48gxTBmvNs” title=”Materi oleh dr. Rizki Edmi Edison, Ph.D”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Kuliah tamu mata kuliah Biopsikologi dengan tema “Riset dan Kode Etik Neurosains” yang diselenggarakan pada Rabu, 21 Oktober 2020 pukul 18.00-21.00 melalui zoom meeting berjalan dengan lancar dan tepat waktu.  Nara  sumber pada kuliah tamu ini adalah dr. Rizki Edmi Edison, Ph.D yang merupakan Direktur Pusat Neurosains UHAMKA dan Yayu Hiza Anisa, S.Psi yang juga merupakan analis data sosial di Pusat Neurosains UHAMKA serta dipandu oleh dosen pengampu Biopsikologi Unita Werdi Rahajeng, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Materi pertama yang dibawakan oleh Yayu Hiza mengajak para mahasiswa untuk menerapkan pola pikir “thinking outside the box”. Mahasiswa kelas Biopsikologi tahun 2020 diajak untuk mulai sedini mungkin untuk mulai berpikir kreatif, berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya  yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh siapapun sebelumnya. Menerapkan konsep why, which, what, how dan when, Yayu Hiza mengajak mahasiswa kelas biopsikologi untuk berpikir kreatif dan inovatif sedari awal dalam menetapkan strategi untuk mencapai tujuan akhir setelah kuliah sehingga tetap memberikan nilai/ value yang membawa manfaat bagi orang lain (masyarakat). Materi dari Yayu Hizza dapat diakses di YouTube melalui link berikut ini https://youtu.be/eEPlLtsfSYM yang berjudul “When I Grow Up, I Want to be a Researcher”.

Pemateri kedua dipaparkan oleh dr. Edmi spesialis bedah otak epilepsi memaparkan beberapa hoax yang masih diyakini oleh masyarakat seperti mitos kerja otak kanan dan otak kiri. Dokter sekaligus dosen lulusan bedah saraf Jichi Medical University, Jepang ini juga memaparkan tentang inovasi yang dilakukan oleh Pusat Neurosains UHAMKA tentang pengembangan instrumen  pencitraan otak yang mampu mendeteksi gangguan di otak lebih cepat dan akurat namun tidak membahayakan pasien. Pengembangan instrumen ini merupakan kerja sama Pusat Neurosains Uhamka dengan CTECH Labs Edwar Technology melalui Program Pengembangan Teknologi Industri Kemenristekdikti.

Dr Edmi dengan keahlian di bidang applied Neuroscience, neuroimaging, neuropsychology ini memaparkan tips untuk menjadi peneliti (researcher) harus memiliki mental yang kuat, fokus, terus belajar, mengembangkan curious, tidak mudah menyerah serta aktif membangun relasi. Beliau juga memotivasi mahasiswa untuk melakukan kolaborasi penelitian lintas disiplin ilmu di era yang semakin terbuka, disruptif, dan tanpa batas sekarang ini. Hal ini dipandang perlu mengingat begitu cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi penelitian kolaboratif diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas penelitian di Indonesia. Materi oleh dr Edmi dapat diakses di YouTube melalui link berikut https://youtu.be/G48gxTBmvNs yang berjudul “Neurosains, Fulus, dan Etika”. Penutupan acara dapat diakses di video berikut ini https://youtu.be/i3uDuwJw2GI.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Scroll to Top