Kuliah Tamu Violence Alert

[vc_row][vc_column][vc_gallery interval=”3″ images=”5069,5078,5077,5073,5071,5070,5075,5076″ img_size=”full” css_animation=”none”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text css_animation=”appear”]Kekerasan pada perempuan dan anak akhir-akhir ini semakin memprihatinkan dengan tingkat kenaikan yang terjadi setiap tahunnya. Berdasarkan Catatan Tahun 2017 Komnas Perempuan yang mendokumentasikan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi selama 2016, telah terjadi 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan. Di ranah personal, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menempati posisi tertinggi dengan 5.784 kasus. Kemudian disusul kekerasan dalam pacaran (KDP) dengan 2.171 kasus dan kekerasan terhadap anak perempuan 1.799 kasus (kompas.com, 7 Maret 2017).

Walaupun belum ada angka pasti untuk kejadian kekerasan pada perempuan dan anak di Malang, setidaknya telah terjadi 41 kasus pada bulan April – Juni 2016 untuk kekerasan seksual pada anak. Fenomena gunung es menjadi penyebab utama ketidak pastian angka kekerasan. Tidak banyak korban yang melapor, terutama stigma yang beredar di masyarakat bahwa korban adalah pihak yang menanggung aib dan kejadian kekerasan terutama dalam ranah personal adalah hal tabu yang tak perlu semua orang tahu.

Berdasarkan diskusi kelompok yang dihadiri LSM, dinas sosial dan instansi lainnya pada tanggal 24 Maret 2017 di Universitas Brawijaya, banyak pihak yang menangani kasus kekerasan pada anak dan perempuan merasa kesulitan merujuk korban kepada ahli psikologi. Jurusan psikologi yang menangkap kebutuhan stakeholder dalam hal ini, berupaya membuat sebuah layanan terhadap korban kekerasan. Sebagai langkah awal, jurusan psikologi berusaha menyebarkan lebih banyak lagi kewaspadaan agar mampu mengenali kekerasan yang terjadi di sekitarnya kepada mahasiswa, para ahli di bidang psikologi dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap fenomena ini. Oleh karena itu, kuliah tamu yang diadakan oleh pakar menjadi langkah penting untuk membangun kewaspadaan ini agar nantinya ketika harus membentuk sebuah layanan, telah lebih banyak pihak yang dapat membantu melayani korban kekerasan. Hal ini merujuk pada kenyataan bahwa ahli psikologi sekalipun, belum tentu memiliki spesialisasi dan keterampilan menangani korban kekerasan.

Hari / Tanggal   : Kamis, 30 November 2017

Waktu               : 12.00 – 16.00 WIB

Tempat             : Gedung Nuswantara Lantai 7 FISIP UB

Narasumber    : Gisella Tani Pratiwi, M. Psi., Psikolog[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Scroll to Top