Kuliah Tamu Kode Etik Psikologi

Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang memiliki program studi S1 Psikologi semakin meningkat. Data BAN-PT tahun 2015 terdapat 110 perguruan tinggi dan sekolah tinggi yang memiliki program studi psikologi yang terakreditasi. Berdasarkan jumlah tersebut, dapat diprediksi jumlah lulusan sarjana S1 Psikologi juga akan meningkat. Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI) menjelaskan tujuan Program Studi Psikologi Jenjang Sarjana (S1) adalah menghasilkan Sarjana Psikologi yang memiliki:

  • Integritas moral yang tinggi, menghargai harkat dan martabat manusia secara profesional dan bertanggungjawab.
  • Pemahaman konsep dan teori psikologi secara universal dan lokal (Indonesia) yang mumpuni.
  • Memiliki semangat berkarya dengan menggunakan kaidah-kaidah proses berpikir ilmiah maupun praktikal sesuai ketentuan Kode Etik Psikologi Indonesia.
  • Kemampuan memberikan pemecahan masalah psikologis pada individu, kelompok, organisasi dan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, tingkat usia, jenis kelamin, status sosial-ekonomi-budaya.

Berdasarkan tujuan tersebut, maka calon lulusan sarjana S1 Psikologi perlu memahami kompetensi yang dibutuhkan.agar tidak terjadi pelanggaran atau kelalaian yang dilakukan maka perlu adanya pembinaan mengenai kompetensi lulusan. Pembinaan mengenai kompetensi lulusan di pendidikan tinggi psikologi menjadi bagian dari pembelajaran terutama dalam mata kuliah kode etik psikologi.

Guna memfasilitasi pemahaman mahasiswa terkait kompetensi tersebut maka selain melalui mata kuliah kode etik psikologi Jurusan Psikologi Universitas Brawijaya juga menyelenggarakan kuliah tamu mengenai “kompetensi ilmuwan psikologi dan psikolog” yang dipaparkan oleh Bapak M. Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi., Ph.D, Psikolog selaku ketua Himpunan Psikologi (HIMPSI) Wilayah Malang sebagai organisasi Psikologi di Indonesia.

Kuliah tamu ini diselenggarakan pada Hari Selasa, 3 April 2018 bertempat di Ruang Nuswantara dan Hall lantai 7 Gedung B Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Kegiatan ini dihadiri oleh pengelola jurusan psikologi dan 218 mahasiswa. Bapak Salis Yuniardi, Ph.D selaku narasumber, memaparkan berbagai kasus pelanggaran etika yang dapat dilakukan oleh ilmuwan psikologi, psikolog dan bahkan individu di luar dari professional psikologi. Kemudian beliau menjelaskan bahwa kode etik psikologi merupakan pedoman nilai-nilai yang harus ditaati dan dijalankan dengan sebaik-baiknya dalam melaksanakan kegiatan sebagai psikolog dan ilmuwan psikologi di Indonesia. Adanya perbedaan kewenangan terkait profesi sebagai ilmuwan psikologi dan psikolog seharusnya tetap ditegakkan guna membantu masyarakat sesuai dengan kaidah ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa sebagai calon ilmuwan psikologi dalam praktiknya di masyarakat dapat memberikan bantuan sesuai dengan kewenangan, kompetensi dan melihat aturan maupun nilai-nilai berdasarkan kode etik psikologi Indonesia.