Selamat atas Keberhasilan Dr. Sumi Lestari, S.Psi., M.Si., Doktor Kelima Psikologi UB

Pada hari Rabu, 31 Januari 2018 bertempat di Ruang Sidang 1, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga diselenggarakan Ujian Terbuka Program Doktor Ilmu Psikologi bagi Sumi Lestari, S.Psi., M.Si. dengan judul “Distorsi Kognitif pada Penderita Gangguan Dismorfik Tubuh”.

Di hadapan Tim Penguji:

  1. Prof. dr. Marlina Mahajudin, Sp.KJ., PGD, Pall.Med. (ECU) (Promotor)
  2. Dr. Hamidah. M.Si., Psikolog (Ko-Promotor).
  3. Prof. Dr. Jatie K. Poedjibudojo, SU., Psikolog
  4. Prof. Dr. Fendy Suhariadi, M.T., Psikolog
  5. Prof. Dr. H. Hanafi Muljohardjono, dr, SpS., SpKJ(K)
  6. Dr. Seger Handoyo, Psikolog
  7. Dr. Nurul Hartini, M.Kes., Psikolog.
  8. Dr. Dewi Retno Suminar, M.Si.
  9. Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari., M.Si., Psikolog (sebagai Ketua Sidang)

Sumi Lestari, S.Psi., M.Psi. dinyatakan lulus ujian terbuka dengan nilai A. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan keluarga besar FISIP Universitas Brawijaya yaitu Dekan FISIP UB, Ketua Jurusan Psikologi, Sekretaris Jurusan Psikologi serta para kolega Dosen Psikologi UB.

Dalam abstrasi disertasinya, Sumi Lestari, S.Psi., M.Psi. menuliskannya sebagai berikut:

Masyarakat membentuk standar kecantikan ideal yang diakui secara umum, dan digunakan sebagai kontrol sosial bagi perempuan. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penyebab, bentuk distorsi kognitif, menganalisis dan membuktikan pengaruh distorsi kognitif pada emosi dan perilaku tertentu pada penderita gangguan dismorfik tubuh pada masa emerging adulthood. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dan metode studi kasus dilakukan pada 8 partisipan di Kota Malang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan YBOCS-BDD, Wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis holistik. Hasil penelitian ini terdapat enam penyebab gangguan dismorfik tubuh, tiga belas bentuk distorsi kognitif all or nothing thingking, overgeneralization, mental filter, jumping to conclutions, discounting the positive, magnification or minimization, emotional reasoning, should statement, labeling, personalization and balme, selective abstraction, kelekatan terhadap kosmetik dan kecantikan diidentikan dengan kesuksesan. Beberapa ekspresi emosi yang muncul adalah merasa kesal, tidak percaya diri, tidak puas, minder, cemas, khawatir, malu, risi, dongkol, kesal, jengkel, sedih, marah, kaget, takut orang lain berkomentar tentang penampilan dirinya. Kebaruan dalam penelitian ini adalah menemukan dua bentuk distorsi kognitif gangguan dismorfik tubuh pada masa emerging adulthood antara lain kelekatan terhadap kosmetik dan kecantikan diidentikan dengan kesuksesan. Penelitian ini juga menemukan penyebab utama mengalami gangguan dismorfik tubuh yaitu faktor sosial (Peer Pressure) dan faktor psikologis (Body Shaming).  Bagian tubuh yang dikeluhkan yaitu berat badan. Bentuk self help pada partisipan adalah menggunakan produk-produk kecantikan, melakukan kamuflase, membawa kosmetik dan cermin kemanapuan, serta diet dan olahraga.

Gelar Doktor bagi Sumi Lestari diperoleh melalui usaha yang cukup keras dan penuh dedikasi dengan Predikat Sangat Memuaskan. Dr. Sumi adalah tenaga dosen kelima yang bergelar Doktor di Psikologi UB.

Selamat Datang dan Selamat Berkarya Kembali Dr. Sumi Lestari, S. Psi., M.Si.