Seminar dan Workshop Parenting: Menjadi Sahabat Anak Digital

Seiring perkembangan zaman, tantangan menjadi orang tua menjadi lebih besar dibandingkan 30 tahun yang lalu. Kemajuan teknologi dianggap menjadi salah satu penyebabnya. Terjadi beberapa pergeseran dalam pengasuhan sebagai dampak dari kondisi ini. Seperti misalnya jika dulu pola pengasuhan didasarkan pada pola asuh orang tua generasi sebelumnya, maka saat ini banyak orang tua menjadi angggota komunitas pengasuhan, sehingga bisa memperoleh banyak informasi berkaitan dengan pengasuhan. Orang tua juga lebih mudah berkonsultasi dengan para pakar terkait tumbuh kembang anak. Selain itu, orang tua saat ini lebih mudah berkomunikasi dengan anggota keluarga, meskipun berada jauh dari rumah, sehingga lebih mudah dalam memantau keberadaan anak.

Akan tetapi, meskipun kondisi saat ini memberikan dampak positif, tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi juga memberikan banyak dampak negatif. Misalnya, anak lebih mudah memperoleh informasi yang tidak semestinya,  orangtua kesulitan membatasi dunia pergaulan anak dengan adanya sosial media, atau adanya cyberbullying. Selain itu, banyak orang tua saat ini lebih sibuk dengan ponselnya, ketimbang berinteraksi secara langsung dengan anak-anaknya. Seringkali orang tua memberikan gadget kepada anak-anaknya agar lebih mudah diatur sehingga orang tua lebih mudah beraktivitas. Kondisi ini juga melahirkan generasi baru yang dikenal dengan istilah generasi Alfa (Gen-A). Generasi Alfa atau yang biasa disebut Gen-A adalah generasi selepas X, Y dan Z. Walaupun secara definisi Generasi Y, Z, dan Alfa sama-sama dikenal sebagai generasi digital native (lahir dan besar di era internet), namun masing-masing generasi tersebut kenal dengan internet pada tingkat umur yang berbeda. Generasi Alfa adalah generasi yang lahir setelah tahun 2010. Generasi ini umumnya sudah piawai menggunakan gadget, bahkan ketika umur mereka masih dalam hitungan bulan.

Menyikapi berbagai kondisi di atas orang tua tidak perlu harus panik atau menjadi paranoid. Sebaliknya, orang tua seharusnya membekali diri agar mampu mengimbangi perkembangan anak, dan tidak ketinggalan bila dibandingkan dengan anak-anak mereka. Untuk itulah kegiatan seminar dan workshop ini dilakukan sebagai media untuk berbagi pengetahuan seputar pengasuhan di era digital. Selain itu juga kegiatan ini mampu menjadi kegiatan yang berkontribusi positif terhadap interaksi keluarga (orang tua dengan anak) di rumah melalui kegiatan dongeng dan lagu.

Seminar

Hari/tanggal             : Sabtu, 16 September 2017

Waktu                          : Pukul 08.30 – 12.00

Tempat                        : Studio UB TV

Narasumber                :

  1. Lenggogeni Faruk (Ibu Gen Halilintar)
  2. Unita Werdi Rahajeng, M.Psi., Psikolog (Dosen Psikologi UB)

Workshop

Hari / tanggal             : Sabtu, 16 September 2017

Waktu                          : Pukul 13.00 – 16.00

Tempat                        : Ruang Pertemuan Perpustakaan UB

Narasumber                :

  1. Karina Adistiana (Pendiri Komunitas Peduli Musik Anak)
  2. Ribut Cahyono (Pendiri Komunitas Peduli Musik Anak)